
APLIKASI DIGROW CABE HASIL PANEN CABAI RAWIT MENINGKAT DAN MASA PETIK LEBIH LAMA
Cabai merupakan komoditas penting yang dibudidayakan di indonesia, Budidaya cabai yang berhasil memang menjanjikan keuntungan yang menarik, tetapi tidak jarang petani cabai yang menemui kegagalan dan kerugian yang berarti. Untuk keberhasilan dalam usahatani cabai selain diperlukan keterampilan dan modal yang cukup, juga banyak faktor yang perlu diperhatikan seperti syarat tumbuh, pemilihan bibit, cara bercocok tanam, pengendalian OPT dan penanganan pasca panen.
Faktor lain yang mempengaruhi produktifitas cabai adalah perawatan, seperti pemberian pupuk. Pengguanaan pupuk organik DI GROW terbukti meningkatkan prokduktivitas tanaman cabai. Hal ini terbukti pada kebun cabai milik pak jarno di dusun Sidodadi, desa Besowo, kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada musim tanam tahun ini perolehan hasil panen cabai rawit mencapai 2 ton, dari luas lahan 960 m² dengan 2.200 tanaman cabai miliknya. Padahal sebelumnya dari lahan yang sama panen sekitar 1 – 1,2 ton.
Pak jarno mengatakan hasil panen yang diperoleh dapat meningkat karena masa petik cabai lebih lama dari biasanya hanya 15 – 22 kali petik sekarang setelah memakai DI GROW bisa sampai 28 – 32 kali petik. Tentu hal ini disertai dengan jumlah hasil petikan cabai. Dengan kandungan 60 unsur nutrisi pada DI GROW, baik itu mineral makro mikro, zat perangsang tumbuh (ZPT) dan asam amino, mampu membuat tanaman cabai tumbuh optimal dan berproduksi tinggi karena unsur nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi.
Ketersediaan unsur-unsur hara, baik hara makro (N, P, K, Ca, Mg dan S) ataupun hara mikro (Zn, Fe, Mn, Co, dan Mo) yang cukup dan seimbang dalam tanah merupakan faktor penting untuk mendapatkan hasil cabai yang tinggi dengan kualitas yang baik. Setiap unsur hara mempunyai peran spesifik di dalam tanaman. Kekurangan atau kelebihan unsur hara dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil.
Hal yang tidak menguntungkan adalah adanya pemberian pupuk yang berlebihan dan tidak berimbang. Sering dijumpai petani yang memberikan pupuk secara berlebihan (terutama pupuk N) dengan maksud mendapatkan hasil yang setinggi-tingginya, tetapi pada kenyataannya hasilnya tidak selalu memuaskan. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menjadikan tanaman rentan terhadap serangan hama dan penyakit, serta dapat menurunkan kualitas tanah. Sehingga penggunaan pupuk dengan kandungan nutrisi lengkap dan berimbang sangat dianjurkan.
Kanan : Tanpa Menggunakan DIGROW
BUDIDAYA CABAI RAWIT (Pak Jarno)
Tata cara budidaya tanaman sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan serta hasil panen yang akan dicapai nantinya. Dimana cara budidaya meliputi banyak hal, seperti Persiapan lahan, bibit, perawatan, pemupukan, pengendalian hama/penyakit dan panen.
- Persiapan lahan
Kegiatan persiapan lahan adalah kegiatan mempersiapkan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman, meliputi kegiatan persiapan/pengolahan lahan dan pemupukan dasar. setelah menggunakan DI GROW, untuk pupuk dasar pak jarno hanya menambahkan 2 rit mobil kompos pada lahan 960 m² miliknya dari sebelumnya masih ditambah 50 kg pupuk NPK.
Aplikasi pemupukan dasar dilakukan dengan menebar rata kompos dipermukaan tanah, kemudian tanah dibajak atau diolah agar menjadi gembur dan dibuat bedengan dengan ketinggian 30 cm x 100 cm dengan panjang mengikuti luas lahan. Arah pembuatan bedengan paling bagus ke arah timur – barat, untuk memaksimalkan paparan sinar matahari dan sirkulai udara pada tanaman nantinya.
- Pemasangan mulsa
Pemberian mulsa bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan gulma, menjaga kestabilan suhu tanah, mengurangi penguapan air dari tanah dan memaksimalkan paparan sinar matahari dari pantulan permukaan mulsa. Pemasangan mulsa dilakukan dengan membentang mulsa diatas bedengan kemudian dipaku dengan bambu agar kuat terbentang diatas bedengan dan tidak bergeser, kemudian dapat dibuat lubang sesuai jarak tanam.
- Penanaman
Melakukan penanaman cabai rawit pada pagi atau sore hari agar bibit tidak layu akibat terik cahaya matahari berlebihan. Periksa bibit yang ditanam dan harus diseleksi terlebih dahulu. Batang tanaman harus tumbuh lurus, perakaran banyak, pertumbuhannya normal dan seragam. Kemudian disiram setelah penanaman.
- Perawatan
- Pemasangan ajir
Pengajiran membantu tanaman tumbuh tegak, mengurangi kerusakan fisik tanaman yang disebabkan beban buah dan tiupan angin, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas , mempermudah pemeliharaan dan Pemupukan. Pengajiran terbuat dari kayu dengan ukuran 130 cm – 150 cm. Pasang ajir sesegera mungkin setelah tanam. Tancapkan 10 cm dari tanaman sedalam 15-20 cm dengan posisi miring keluar atau tegak lurus atau diatur sedemikian rupa sehingga dapat menopang tanaman secara kuat. lkat tanaman pada ajir dengan tali rafia setelah tanaman berumur 30-40 hari setelah tanam atau ditandai setelah adanya cabang pertama.
- Pemupukan
Jenis pupuk yang digunakan adalah ZA dan PHONSKA. Waktu aplikasi pupuk dilakukan pada umur 15, 28, 42, 60, 80 hari setelah tanam, dengan dosis 100 kg ZA dan 100 PHONSKA selama masa tanam atau 20 kg sekali aplikasi dan ditambah aplikasi pupuk organik DIGROW dengan waktu dan dosis aplikasi : Hijau 15, 25 hari setelah tanam dosis 3 ml – 5 ml/liter dan merah : 35, 45 dosis 5 ml – 7 ml/liter. Seterusnya dengan interval 10 hari dan setiap 2 kali aplikasi DIGROW merah diselingi 1 kali aplikasi DIGROW hijau.
- Perempelan
Merupakan kegiatan membuang tunas air dengan membiarkan tunas keempat dan seterusnya. Mengatur keseimbangan nutrisi dan asimilat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Untuk membentuk tajuk tanaman yang ideal sehingga terjadi partisi sinar matahari yang efektif untuk energi fotosintesis dan mempermudah pemeliharaan.
- Pengendalian Hama/Penyakit
Kegiatan pengendaliaan OPT dilakukan dengan sistem terpadu untuk menurunkan populasi OPT atau intensitas serangan sehingga tidak merugikan secara ekonomis dan aman bagi lingkungan. Pengendalian menggunakan pestisida dapat dicampur dengan DIGROW tanpa mempengaruhi efek masing – masing.
- Hama
Pengendalian hama tanaman cabai rawit dapat menggunakan pestisida kimia apabila serangan sudah menimbulkan kerusakan dan kerugian secara ekonomis. Hama pada tanaman cabai rawit : Thrips, Tungau kuning, Lalat Buah, Kutu Daun Persik, Ulat Grayak, Kutu Kebul.
- Penyakit
Pengendalian penyakit tanaman cabai rawit dapat menggunakan pestisida kimia apabila serangan sudah menimbulkan kerusakan dan kerugian secara ekonomis. Penyakit pada tanaman cabai rawit : Layu Bakteri, Layu Fusarium, Busuk Buah Antraknosa, Bercak Daun, Mozaik, Kerdil.
- Panen
Melakukan panen dengan tingkat kemasakan telah mencapai ± 80% dengan interval 7 – 8 hari, sedangkan panen setelah pakai DIGROW bisa lebih cepat dengan interval 5 – 6 hari untuk mendapatkan buah dengan tingkat kematangan sesuai permintaan pasar dengan mutu buah yang baik sesuai standar. Selain panen dengan interval yang lebih cepat, menggunakan DIGROW hasil panen meningkat dan masa petik panen lebih lama.

Analisis Usaha Budidaya Cabai Rawit Tanpa DI GROW
| URAIAN | JUMLAH | SATUAN | HARGA | TOTAL |
| Biaya Produksi | ||||
| Pengolahan Lahan | ||||
| Traktor | 450.000 | |||
| Pembuatan Bedengan | 300.000 | |||
| Mulsa | 10 | KG | 22.000 | 220.000 |
| Bibit | 2.200 | buah | 200 | 440.000 |
| Perawatan | ||||
| Ajir | 2.200 | Biji | 600 | 1.320.000 |
| Pupuk NPK | 1 | Karung | 375.000 | 375.000 |
| Pupuk PHONSKA | 2 | Karung | 90.000 | 180.000 |
| Pupuk ZA | 2 | Karung | 105.000 | 210.000 |
| Pupuk Kompos | 2 | Rit | 125.000 | 250.000 |
| Insektisida | 2 | KG | 145.000 | 290.000 |
| Fungisida | 4 | KG | 26.250 | 105.000 |
| Biaya Panen | 1.800.000 | |||
| TOTAL | 5.940.000 | |||
| PANEN | 872.5 | KG | 15.000 | 13.087.500 |
| KEUNTUNGAN | ||||
| Panen – Biaya Produksi | 7.147.500 |
Analisis Usaha Budidaya Cabai Rawit dengan DI GROW
| URAIAN | JUMLAH | SATUAN | HARGA | TOTAL |
| Biaya Produksi | ||||
| Pengolahan Lahan | ||||
| Traktor | 450.000 | |||
| Pembuatan Bedengan | 300.000 | |||
| Mulsa | 10 | KG | 22.000 | 220.000 |
| Bibit | 2.200 | buah | 200 | 440.000 |
| Perawatan | ||||
| Ajir | 2.200 | Biji | 600 | 1.320.000 |
| DIGROW Hijau | 1 | Galon | 515.000 | 515.000 |
| DIGROW Merah | 1 | Galon | 515.000 | 515.000 |
| Pupuk PHONSKA | 2 | Karung | 90.000 | 180.000 |
| Pupuk ZA | 2 | Karung | 105.000 | 210.000 |
| Pupuk Kompos | 2 | Rit | 125.000 | 250.000 |
| Insektisida | 2 | KG | 145.000 | 290.000 |
| Fungisida | 4 | KG | 26.250 | 105.000 |
| Biaya Panen | 1.800.000 | |||
| TOTAL | 6.595.000 | |||
| PANEN | 1801.75 | KG | 15.000 | 27.026.250 |
| KEUNTUNGAN | ||||
| Panen – Biaya Produksi | 20.431.250 |




