6 CARA APLIKASI/CARA PAKAI PUPUK DIGROW :
- SEMPROT PADA DAUN
- BOR PADA BATANG
- SEMPROT PADA BATANG
- INFUS MELALUI AKAR
- KOCOR/TUGAL
- SUNTIK PADA BATANG SEMU

APLIKASI PUPUK DIGROW
Pada prinsipnya masuknya unsur hara ke dalam tubuh tanaman bisa melalui akar, batang, dan daun. Teknologi pupuk DIGROW diprioritaskan pada aplikasi melalui semprot ke daun, karena lebih efektif dan efisien. Kecuali pada tanaman bermasalah yang tidak mungkin diaplikasikan melalui penyemprtotan ke daun, karena tanaman terlalu tinggi. Untuk kasus seperti ini, aplikasi dapat melalui sistem injeksi (suntik ke batang melalui pengeboran), melalui semprot ke batang atau melalui siram ke tanah (daerah perakaran). Aplikasi untuk masing-masing jenis tanaman dapat dilihat pada lampiran.
Frekuensi cara pakai pupuk DIGROW secara optimal dilakukan sesuai kondisi kritis tanaman secara umum, kondisi kritis tanaman rata-rata pada tiga fase yaitu:
- Fase tanaman muda (fase vegetatif)
- Fase Primordia bunga (fase generatif)
- Fase pembesaran buah/umbi
Dengan demikian frekuensi aplikasi disesuaikan jenis tanamannya dan panjang pendek dari fase-fase tersebut.
a) Aplikasi Pupuk DIGROW pada Fase Vegetatif

Aplikasi D.I. Grow pada kondisi ini ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan akar, batang dan daun. Penyemprotan pertama pada tanaman muda dilakukan pada saat daun-daun muda yang terbentuk diperkirakan sudah mampu berfotosintesa optimal. Pada fase ini lakukan aplikasi D.I. Grow green (Hijau) pada umur tanaman sekitar 10-20 hari setelah tanam, dengan dosis 3 cc/liter air.
b) Aplikasi Pupuk DIGROW pada Fase Generatif

Fase ini adalah fase pertumbuhan maksimal, menjelang peralihan ke fase pertumbuhan generatif. Aplikasi DIGROW pada fase ini akan membuat tanaman tumbuh fantastis, ukuran tanaman akan menjadi lebih besar dari ukuran normal.
Pertumbuhan relative cepat dan ukuran buah diatas normal setelah aplikasi DIGROW sangat dimungkinkan. Karena di dalam DIGROW diimbangi dengan Zat Pengatur Tumbuh (Auksin, Sitokinin, dan Giberelin) yang bekerja secara
simultan. Auksin menyebabkan sel-sel meristem tanaman, dindingnya menjadi elastis, dimungkinkan sitokinin memacu pertumbuhan sel baru, melalui pembelahan dipercepat. Sedangkan hormone Giberelin memacu pembesaran dari diferensiasi tanaman sehingga tanaman terlihat tumbuh menjadi besar dengan cepat. Secara visual tanaman ini akan terlihat masa berbunga dipercepat.
Pada fase ini gunakan DIGROW Merah. Pada umumnya saat tanaman berumur diatas 30 hari setelah tanam (untuk tanaman semusim) dengan dosis 4-5 cc/liter air. Sedangkan tanaman tahunan tergantung jenis tanaman (lihat aplikasi tanaman tahunan).
c) Aplikasi Pupuk DIGROW pada Fase Pembesaran Buah/Umbi

Pada fase ini, tanaman mulai membentuk tempat-tempat penyimpanan karbohidrat, dapat berupa buah, umbi akar atau batang. Aplikasi pada fase primordial bunga telah membantu membentuk jaringan tempat penyimpanan tersebut. Ukuran besarnya buah maupun umbi telah dipersiapkan melalui aktivitas perbanyakan diferensiasi dan pembesaran sel-sel tanaman yang akan berfungsi sebagai wadah penyimpanan karbohidrat.
Pada fase produksi ini juga akan mengikuti pola pertumbuhan tanaman. Awal fase produksi memperlihatkan pertumbuhan lebih besar. Pada sepertiga umur buah/umbi, pertumbuhan berat buah/umbi relative cepat, hal ini berarti kecepatan karbohidrat bertahap meninggi dan kecepatan penyimpanan karbohidrat ini rata-rata mencapai maksimal pada duapertiga umur buah. Setelah ini kecepatan penyimpanan menjadi menurun dan sampai terhenti pada saat pematangan buah/umbi.
Pada fase ini gunakan D.I. Grow Merah, dengan dosis 4-5 cc/liter air. Aplikasi pada fase ini akan memberikan hasil relative baik, dan pematangan buah dapat dipercepat.
PERHATIAN..!
Agar diperoleh hasil yang optimal, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pupuk DIGROW :
- Harus dicampur dengan air
- Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman atau disiramkan di tanah sekitar akar
- Gunakan pada saat pagi (jam 06.00 – 09.00) atau sore (jam 16.00-18.00)
- Jangan digunakan pada saat terik matahari/siang hari
- Jangan digunakan pada saat menjelang hujan
- Bila ada serangan hama/penyakit, bisa dicampur dengan pestisida.
- Untuk tanaman yang tinggi (daun tidak terjangkau) harap disiramkan ke tanah sekitar radius akar atau dengan teknik bor (bor ke batang), tetapi harus konsultasi dengan ahli (PPL).
TEKNIK BOR cek VIDEO dibawah ini