
HASIL PANEN DIGROW JAGUNG MANIS MENINGKAT 40%
Liari – Karanganyar, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur
Budidaya jagung manis (Zea mays saccharata) lebih rentan dari serangan hama dan penyakit dibanding jagung biasa. Namun dari nilai jual, jagung manis menawarkan harga yang lebih baik sehingga animo budidaya jagung manis tak pernah surut. Hal ini karena bisa dikonsumsi langsung seperti jagung bakar atau jagung rebus dan pasar jagung manis terbuka sampai ke tingkat retail.
Budidaya jagung manis bisa dilakukan dalam kisaran iklim yang luas. Tanaman ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Di Indonesia jagung manis bisa dibudidayakan mulai dari dataran rendah hingga pengunungan dengan ketinggian 1.800 meter dpl. Suhu optimum untuk pertumbuhan jagung manis adalah 21-27oC. Secara budidaya jagung manis bisa tumbuh di atas tanah dengan tingkat keasaman 5-8 pH.
Keberhasilan Budidaya jagung dipengaruhi berbagai faktor, salah satu faktor yang mempengaruhi hasil panen adalah perawatan, seperti pemberian pupuk. Pengguanaan pupuk organik DIGROW jagung terbukti meningkatkan prokduktivitas tanaman jagung manis. Hal ini terbukti pada kebun milik pak Liari di desa Karanganyar, kecamatan Poncokususmo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada musim tanam tahun ini perolehan hasil panen jagung manis mencapai 5 ton, dari luas lahan 2.400 m². Padahal sebelumnya dari lahan yang sama panen sekitar 3,7 ton.
Pak Liari mengatakan selain hasil panen yang diperoleh dapat meningkat, jagung juga lebih tahan simpan, dari biasanya maksimal 2 hari sekarang 3 hari jagung masih segar. Walau penggunaan pupuk kimia sudah dikurangi ½ dari biasanya mengunakan PHONSKA 2 karung dan UREA 1 karung. Hal yang tidak menguntungkan adalah adanya pemberian pupuk yang berlebihan dan tidak berimbang. Sering dijumpai petani yang memberikan pupuk secara berlebihan (terutama pupuk N) dengan maksud mendapatkan hasil yang setinggi-tingginya, tetapi pada kenyataannya hasilnya tidak selalu memuaskan. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menjadikan tanaman rentan terhadap serangan hama dan penyakit, serta dapat menurunkan kualitas tanah. Sehingga penggunaan pupuk dengan kandungan nutrisi lengkap dan berimbang sangat dianjurkan Dengan kandungan 60 unsur nutrisi pada DI GROW, baik itu mineral makro mikro, zat perangsang tumbuh (ZPT) dan asam amino, serta satu – satunya pupuk berteknologi nano di Indonesia akan sangat membantu bagi peningkatan hasil tanaman petani karena mampu membuat tanaman jagung tumbuh optimal dan berproduksi tinggi, serta kualitas buah lebih bagus karena unsur nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi.
BUDIDAYA JAGUNG MANIS (Pak LIARI) (VIDEO)
Tata cara budidaya tanaman sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan serta hasil panen yang akan dicapai nantinya. Dimana cara budidaya meliputi banyak hal, seperti Persiapan lahan, bibit, perawatan, pemupukan, pengendalian hama/penyakit dan panen
- PERSIAPAN LAHAN
Kegiatan persiapan lahan adalah kegiatan mempersiapkan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman, meliputi kegiatan persiapan/pengolahan tanah. Tanah dibajak atau diolah agar menjadi gembur serta bersih dari gulma dan dibuat bedengan dengan ketinggian 20 cm x 60 cm dengan panjang mengikuti luas lahan. Arah pembuatan bedengan paling bagus ke arah timur – barat, untuk memaksimalkan paparan sinar matahari dan sirkulasi udara pada tanaman nantinya.
- PENYEMAIAN
Penanaman jagung manis paling efektif dengan cara disemai terlebih dahulu. Sebelum disemai pak Liari merendam benih jagung dengan DIGROW HIJAU dosis 25 ml + 3 liter air/2 kg benihֺ + Fungisida/Insektisida dan direndam selama 12 jam. dimaksudkan agar persentase benih yang tumbuh menjadi lebih tinggi dan seragam. Kondisi lingkungan juga dapat dikontrol sehingga mendukung pertumbuhan benih dan menghindarkan benih yang tumbuh dari serangan hama dan penyakit.
Penyemaian benih jagung manis dengan cara membuat bedengan dengan ukuran 30 cm x 100 cm dengan panjang mengikuti lahan, kemudian dibuat lubang beralur dengan jarak antar alur 10 cm. Setelah itu tutup dengan tanah dan kompos, kemudian siram agar kelembaban tanah terjaga. Kebutuhan benih budidaya jagung manis adalah 8 kg per hektar.
- PENANAMAN
Melakukan penanaman jagung manis pada pagi atau sore hari agar bibit tidak layu akibat terik cahaya matahari berlebihan. Periksa bibit yang ditanam dan harus diseleksi terlebih dahulu. Batang tanaman harus tumbuh lurus, perakaran banyak, pertumbuhannya normal dan seragam. Kemudian disiram setelah penanaman. Apabila terdapat bibit yang mati dapat dilakukan penyulaman dengan bibit baru. Penyulaman maksimal dapat dilakukan maksimal 1 minggu agar pertumbuhan seragam.
- PERAWATAN
- Pemupukan
Jenis pupuk yang digunakan adalah PHONSHA dan UREA. Dimana pak Liari menggunakan total 2 karung PHONSKA dan 1 karung UREA untuk 3 kali aplikasi, masing – masing umur 15, 25, 45 HST (Hari Setelah Tanam). Akan tetapi setelah menggunakan DIGROW dosis pupuk kimia dikurangi 50% atau 12 kg PHONSKA + 12 kg UREA sekali aplikasi. Sedangkan aplikasi DIGROW hijau umur 15, 25, 35 HST dosis 3 ml – 5 ml/Liter dan DIGROW merah 45 HST.
- Pengendalian Hama/Penyakit
- Penggerek Batang Jagung (Ostrina furnacalis Guen)
Larva O. Furnacalis ini mempunyai karakteristik kerusakan pada setiap bagian tanaman jagung yaitu lubang kecil pada daun, lubang gorokan pada batang, bunga jantan atau pangkal tongkol, batang dan tassel yang mudah patah, tumpukan tassel yang rusak. Pengendalian menggunakan insektisida yang berbahan aktif monokrotofos, triazofos, diklhrofos, dan karbofuran efektif untuk menekan penggerek batang jagung.
- Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)
Pengendalian dengan pengolahan tanah yang intensif, Mengumpulkan larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang kemudian memusnahkannya. Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang di tengah tanaman sejak tanaman berumur 2 minggu. Beberapa insektisida yang dianggap cukup efektif adalah monokrotofos, diazinon, khlorpirifos, triazofos, dikhlorovos, sianofenfos, dan karbaril.
- Penggerek tongkol jagung (Helicoverpa armigera Hbn. Noctuidae Leppidoptera)
Pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik akan merusak pupa yang terbentuk dalam tanah dan dapat mengurangi populasi H. Armigera berikutnya. Untuk mengendalikan larva H. Armigera pada jagung, penyemprotan insektisida Decis dilakukan setelah terbentuknya rambut jagung pada tongkol dan diteruskan (1-2) hari hingga rambut jagung berwarna coklat.
- Lalat Bibit (Atherigona sp, Ordo: Diptera)
Pengendalian dengan insektisida dapat dilakukan dengan perlakuan benih (seed dressing), yaitu thiodikarb dengan dosis 7,5-15g b.a./kg benih atau karbofuran dengan dosis 6g b.a./kg benih. Selanjutnya setelah tanaman berumur 5-7 hari, tanaman disemprot dengan karbosulfan dengan dosis 0,2kg b.a./ha atau thiodikarb 0,75 kg b.a/ha. Penggunaan insektisida hanya dianjurkan di daerah endemik.
- Sitophilus zeamais (Motsch) , Coleoptera, Curculionidae
Sitophilus zeamais Motsch dikenal dengan maize weevil atau kumbang bubuk, dan merupakan serangga yang bersifat polifag, selain menyerang jagung, juga beras, gandum, kacang tanah, kacang kapri, kacang kedelai, kelapa dan jambu mente, S. zeamais lebih dominan terdapat pada jagung dan beras. S. zeamais merusak biji jagung dalam penyimpanan dan juga dapat menyerang tongkol jagung yang masih berada dipertanaman
Pengendalian dengan fumigan, merupakan senyawa kimia yang dalam suhu dan tekanan tertentu berbentuk gas, dapat membunuh serangga/hama melalui sistem pernafasan. Fumigasi dapat dilakukan pada tumpukan komoditas kemudian ditutup rapat dengan lembaran plastik. Fumigasi dapat pula dilakukan pada penyimpanan yang kedap udara seperti penyimpanan dalam silo, dengan menggunakan kaleng yang dibuat kedap udara atau pengemasan dengan menggunakan jerigen plastik, botol yang diisi sampai penuh kemudian mulut botol atau jerigen dilapisi dengan parafin untuk penyimpanan skala kecil. Jenis fumigan yang paling banyak digunakan adalah phospine (PH3), dan Methyl Bromida (CH3Br).
- Bula/Bule
Gejala penyakit ini terjadi pada permukaan daun jagung berwarna putih sampai kekuningan diikuti dengan garis-garis klorotik dan ciri lainnya adalah pada pagi hari disisi bawah daun jagung terdapat lapisan beledu putih yang terdiri dari konidiofor dan konidium jamur.
Penyakit bulai pada tanaman jagung menyebabkan gejala sistemik yang meluas keseluruh bagian tanaman dan menimbulkan gejala lokal (setempat). Gejala sistemik terjadi bila infeksi cendawan mencapai titik tumbuh sehingga semua daun yang dibentuk terinfeksi. Tanaman yang terinfeksi penyakit bulai pada umur masih muda biasanya tidak membentuk buah, tetapi bila infeksinya pada tanaman yang lebih tua masih terbentuk buah dan umumnya pertumbuhannya kerdil.
Cara pengendalian dengan menanam varietas tahan. Melakukan periode waktu bebas tanaman jagung minimal dua minggu sampai satu bulan. Penanaman jagung secara serempak. Eradikasi tanaman yang terinfeksi bulai. Penggunaan fungisida metalaksil pada benih jagung (perlakuan benih) dengan dosis 0,7 g bahan aktif per kg benih.
- Bercak daun
Penyakit bercak daun pada tanaman jagung dikenal dua tipe menurut ras patogennya yaitu ras O, bercak berwarna coklat kemerahan dengan ukuran 0,6 x (1,2_1,9) Cm. Ras T bercak berukuran lebih besar yaitu (0,6_1,2) x (0,6_2,7) Cm, berbentuk kumparan dengan bercak berwarna hijau kuning atau klorotik kemudian menjadi coklat kemerahan. Kedua ras ini, ras T lebih virulen dibanding ras O dan pada bibit jagung yang terserang menjadi layu atau mati dalam waktu 3_4 minggu setelah tanam. Tongkol yang terinfeksi dini, biji akan rusak dan busuk, bahkan tongkol dapatgugur. Bercak pada ras T terdapat pada seluruh bagian tanaman (daun, pelepah, batang, tangkai kelobot, biji dan tongkol). Permukaan biji yang terinfeksi ditutupi miselium berwarna abu-abu sampai hitam sehingga dapat menurunkan hasil yang cukup besar. Cendawan ini dalam bentuk miselium dan spora dapat bertahan hidup dalam sisa tanaman. Pengendalian menggunakan fungisida dengan bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate.
- Hawar daun
Pada awal infeksi gejala berupa bercak kecil, berbentuk oval kemudian bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang menjadi nekrotik dan disebut hawar, warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Panjang hawar 2,5_15 Cm, bercak muncul awal pada daun yang terbawah kemudian berkembang menuju daun atas. Infeksi berat dapat mengakibatkan tanaman cepat mati atau mengering dan cendawan ini tidak menginfeksi tongkol atau klobot. Cendawan ini dapat bertahan hidup dalam bentuk miselium dorman pada daun atau pada sisa sisa tanaman di lapang.
Cara pengendalian dengan menanam varietas tahan Bisma, Pioner2, pioner 14, Semar 2 dan 5. Eradikasi tanaman yang terinfeksi bercak daun. Penggunaan fungisida dengan bahan aktif mankozeb dan dithiocarbamate.
- Karat
Bercak-bercak kecil (uredinia) berbentuk bulat sampai oval terdapat pada permukaan daun jagung di bagian atas dan bawah, uredinia menghasilkan uredospora yang berbentuk bulat atau oval dan berperan penting sebagai sumber inokulum dalam menginfeksi tanaman jagung yang lain dan sebarannya melalui angin. Penyakit karat dapat terjadi di dataran rendah sampai tinggi dan infeksinya berkembang baik pada musim penghujan atau musim kemarau.
Cara pengendalian dengan menanam varietas tahan Lamuru, Sukmaraga, Palakka, Bima 1 dan Semar 10. Eradikasi tanaman yang terinfeksi karat daun dan gulma. Penggunaan fungisida dengan bahan aktif benomil.
- Penyiangan dan pembumbunan
Untuk menghasilkan tanamn jagung yang subur, perawatan wajib dilakukan terutama pembersihan rumput liar atau gulma. Penyiangan sebaiknya dilakukan sejak jagung sudah mulai tumbuh. Selain penyiangan dapat juga dilakukan pengendalian secara kimia dengan menggunakan herbisida (Kontak).
Melakukan pembumbunan agar batang tanaman tidak mudah roboh dengan cara mengumpulakan tanah disekitar tanaman jagung manis hingga berbentuk gundukan untuk menguatkan tanaman. Pembumbunan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan.
- Penyiraman
Penyiraman dilakukan terlebih saat tanam pada musim kemarau untuk menjaga kelembaban lahan dan agar tanaman tidak kekurangan air yang digunakan tanaman untuk proses pertumbuhan.
- PANEN
Jagung manis mulai berbunga setelah 50 hari. Sepuluh hari sebelum panen utama, sebaiknya dilakukan panen jagung muda. Pada masa ini akan tumbuh dua tongkol jagung, petik tongkol yang paling bawah. Pemanenan tongkol muda dimaksudkan agar asupan nutrisi pada tongkol utama tercukupi, sehingga hasilnya maksimal. Selain memetik tongkol muda, papaslah daun bagian bawah sebanyak 2-3 helai. Apabila muncul kembali tunas-tunas buah muda sebelum panen utama, petiklah sebagai panen tambahan. Panen utama budidaya jagung manis bisa dilakukan setelah tanaman berumur 70-75 hari. Akan tetapi menurut pengalaman pak Liari selama menggunakan DIGROW panen dapat maju 5 – 7 hari.
Analisis Usaha Budidaya Jagung Manis Tanpa DIGROW
| URAIAN | JUMLAH | SATUAN | HARGA | TOTAL |
| Biaya Produksi | ||||
| Pengolahan Lahan | ||||
| Traktor | 450.000 | |||
| Pembuatan Bedengan | 300.000 | |||
| Benih | 2 | KG | 70.000 | 140.000 |
| Perawatan | ||||
| Pupuk PHONSKA | 2 | Karung | 117.000 | 234.000 |
| Pupuk UREA | 1 | Karung | 95.000 | 95.000 |
| Insektisida | 2 | KG | 145.000 | 290.000 |
| Fungisida | 4 | KG | 26.250 | 105.000 |
| Biaya Panen | 400.000 | |||
| TOTAL | 2.014.000 | |||
| PANEN | 3400 | KG | 1.800 | 6.120.000 |
| KEUNTUNGAN | ||||
| Panen – Biaya Produksi | 4.106.000 |
Analisis Usaha Budidaya Jagung Manis DIGROW
| URAIAN | JUMLAH | SATUAN | HARGA | TOTAL |
| Biaya Produksi | ||||
| Pengolahan Lahan | ||||
| Traktor | 450.000 | |||
| Pembuatan Bedengan | 300.000 | |||
| Benih | 2 | buah | 70.000 | 140.000 |
| Perawatan | ||||
| DIGROW Hijau | 1 | Liter | 160.000 | 160.000 |
| DIGROW Merah | 1 | Liter | 160.000 | 160.000 |
| Pupuk PHONSKA | 1 | Karung | 117.000 | 117.000 |
| Pupuk UREA | 1 | Karung | 95.000 | 95.000 |
| Insektisida | 2 | KG | 145.000 | 290.000 |
| Fungisida | 4 | KG | 26.250 | 105.000 |
| Biaya Panen | 400.000 | |||
| TOTAL | 2.057.000 | |||
| PANEN | 5.000 | KG | 1.800 | 9.000.000 |
| KEUNTUNGAN | ||||
| Panen – Biaya Produksi | 6.943.000 |










