ANALISIS USAHA UBI UNGU

Ubi 1
Pak Yudin – Pule, Kandat, Kediri, Jatim

APLIKASI DI.GROW MENINGKATKAN HASIL PANEN UBI UNGU 50% (VIDEO)

            Ubi ungu saat ini tengah menjadi komoditas yang lagi naik daun di pasar tradisional maupun swalayan. Bagaimana tidak, ubi yang termasuk primadona diantara jenis ubi ini diminati konsumen karena memiliki kandungan gizi yang lengkap. Warna ungu kehitam – hitaman dalam ubi merupakan pigmen penting yang mengandung senyawa antosianin, dimana senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan, antikangker, antibakteri, serta perlindungan buat hati. Keunggulan ubi ungu ternyata tidak hanya itu karena dari segi produktivitas ubi ungu relatif lebih unggul dari ubi putih.

            Tanaman ubi ungu dapat tumbuh baik di daerah dengan struktur tanah lempung berpasir, gembur serta memiliki kandungan bahan organik tinggi.. Tanaman ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Di Indonesia ubi ungu bisa dibudidayakan mulai dari dataran rendah hingga pengunungan, dengan Suhu optimum untuk pertumbuhan ubi ungu adalah 21-27oC. Secara budidaya ubi ungu bisa tumbuh di atas tanah dengan tingkat keasaman 5.5-7,5 pH.

            Keberhasilan Budidaya ubi dipengaruhi berbagai faktor, salah satu faktor yang mempengaruhi hasil panen adalah perawatan, seperti pemberian pupuk. Pengguanaan pupuk organik DI GROW terbukti meningkatkan prokduktivitas tanaman ubi ungu hingga 50%. Hal ini terbukti pada kebun milik pak Yudin di desa Pule, kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada musim tanam tahun ini perolehan hasil panen ubi ungu mencapai 3.6 ton, dari luas lahan 1.400 m². Padahal sebelumnya dari lahan yang sama panen sekitar 2.4 ton.

            Pak Yudin mengatakan selain hasil panen yang diperoleh dapat meningkat, ubi juga lebih cepat panen dari biasanya 5.5 bulan jd 4.5 bulan. Walau pun penggunaan pupuk kimia sudah dikurangi setengah dari biasanya. Hal yang tidak menguntungkan adalah adanya pemberian pupuk yang berlebihan dan tidak berimbang. Sering dijumpai petani yang memberikan pupuk secara berlebihan (terutama pupuk N) dengan maksud mendapatkan hasil yang setinggi-tingginya, tetapi pada kenyataannya hasilnya tidak selalu memuaskan.

 Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menjadikan tanaman rentan terhadap serangan hama dan penyakit, serta dapat menurunkan kondisi kesuburan tanah. Sehinggah penggunaan pupuk dengan kandungan nutrisi lengkap dan berimbang sangat dianjurkan. pupuk DIGROW dengan kandungan 60 unsur nutrisi, baik itu mineral makro mikro, zat perangsang tumbuh (ZPT) dan asam amino, serta satu – satunya pupuk berteknologi nano di Indonesia akan sangat membantu bagi peningkatan hasil tanaman petani karena mampu membuat tanaman ubi ungu tumbuh optimal dan berproduksi tinggi, serta kualitas buah lebih bagus karena unsur nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi.

BUDIDAYA UBI UNGU (Pak YUDIN)

            Tata cara budidaya tanaman sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan serta hasil panen yang akan dicapai nantinya. Dimana cara budidaya meliputi banyak hal, seperti Persiapan lahan, bibit, perawatan, pemupukan, pengendalian hama/penyakit dan panen

  1. PERSIAPAN LAHAN

   Kegiatan persiapan lahan adalah kegiatan mempersiapkan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman, meliputi kegiatan persiapan/pengolahan tanah. Tanah dibajak atau diolah agar menjadi gembur serta bersih dari gulma dan dibuat bedengan dengan ketinggian 20 cm x 60 cm dengan panjang mengikuti luas lahan. Arah pembuatan bedengan paling bagus ke arah timur – barat, untuk memaksimalkan paparan sinar matahari dan sirkulasi udara pada tanaman nantinya.

  • PERSIAPAN BIBIT

            Penyiapan bibit ubi ungu bisa dilakukan dengan dua cara yakni vegetatif (stek) dan generatif (ubi). Perbanyakan secara vegetatif dengan stek. Calon indukan diambil dari tanaman sehat yang sudah berumur diatas dua bulan. Caranya, potong batang tanaman kira – kira sepanjang 15 – 25 cm. pada setiap potongan minimal terdapat tiga ruas batang. Papas daunnya untuk mengurangi penguapan. 

Ubi 4
  • PENANAMAN

            Melakukan penanaman ubi ungu disarankan pada pagi atau sore hari agar bibit tidak layu akibat terik cahaya matahari berlebihan. sebelum ditanam sebaiknya bibit stek direndam DIGROW hijau terlebih dahulu dengan dosis 50 ml/10 liter air selama 2-3 jam, hal ini bertujuan agar bibit cepat mengeluarkan akan dan mengurangi stress tanaman.. sebelum dilakukan penanaman bibit, lahan digenangi terlebih dahulu agar tanah basah. Biasanya penanaman bibit stek yakni dengan menancapkan batang 2-3 ruas dan kemudian sedikit padatkan tanah disekitar tanaman. Jarak tanam ideal 30 x 50 cm.

Jika penanaman bibit ubi sudah selesai sebisa mungkin agar kelembaban tanah dijaga supaya pembentukan aperakaran dan penyesuain ketanah lebih cepat. Apabila terdapat bibit yang mati dapat dilakukan penyulaman dengan bibit baru. Penyulaman maksimal dapat dilakukan maksimal 1 minggu agar pertumbuhan seragam.

Ubi 5
  • PERAWATAN
  • Pemupukan

      Jenis pupuk yang digunakan adalah PHONSHA dan UREA. Dimana pak Yudin menggunakan total 1 karung PHONSKA dan 1 karung UREA untuk 2 kali aplikasi, masing – masing umur 15, dan 45 HST (Hari Setelah Tanam). Akan tetapi setelah menggunakan DIGROW dosis pupuk kimia dikurangi 50% atau 25 kg PHONSKA + 25 kg UREA dan hanya digunakan sebagai pupuk dasar. Sedangkan aplikasi DIGROW hijau umur 15, 45 HST dosis 35 ml/Liter dan DIGROW merah 75 dan 105 HST. Dimana aplikasi dilakukan dengan cara disprey (Semprot).

  • Pengendalian Hama/Penyakit

      Walaupun relatif aman dari serangan hama dan penyakit akan tetapi tetap harus diwaspadai. Hama yang sering menyerang diantaranya, nematode dan penggerek batang. Untuk mengendalikan hama tersebut bisa dengan cara : 

  1. Menggunakan varietas tahan
  2. Menggunakan stek dari tanaman sehat
  3. Rotasi tanaman
  4. Pengairan yang cukup
  5. Penggunaan pestisida kimia furadan 3G dll.
  6. Penyiangan dan pembumbunan

                  Untuk menghasilkan tanaman yang subur, perawatan wajib dilakukan terutama pembersihan rumput liar atau gulma. Penyiangan sebaiknya dilakukan sejak ubi sudah mulai tumbuh. Selain penyiangan dapat juga dilakukan pengendalian secara kimia dengan menggunakan herbisida (Kontak).

      Melakukan pembumbunan ketika tanaman berumur 1 bulan agar tanah tetap gembur, sehinggah pembentukan akar semakin baik. Hal ini bisa diulangi lagi ketika tanaman mulai membentuk ubi agar perkembangan ubi dapat maksimal.

  • Penyiraman

Penyiraman dilakukan terlebih saat tanam pada musim kemarau untuk menjaga kelembaban lahan dan agar tanaman tidak kekurangan air yang digunakan tanaman untuk proses pertumbuhan. 

  • PANEN

Ubi ungu yang sudah siap panen biasanya ditandai dengan tanda membesarnya ukuran dan mengeringnya ujung daun. Cara panen sangat mudah bisa dengan cara mencangkul tanah disekitar ubi atau bisa dengan cara mencongkel ubi dari dalam tanah. Panen bisa dilakukan setelah tanaman berumur 5 -5.5 Bulan. Akan tetapi menurut pengalaman pak Yudin selama menggunakan DIGROW panen dapat maju hingga 1 bulan atau pada umur 4 – 4.5 bulan sudah dapat dipanen.

                                  Analisis Usaha Budidaya Ubi Ungu Tanpa DIGROW

URAIANJUMLAHSATUANHARGATOTAL
Biaya Produksi    
Pengolahan Lahan    
Traktor   450.000
Pembuatan Bedengan   300.000
     
Bibit  
Tanam   300.000
Perawatan    
Pupuk PHONSKA1Karung117.000117.000
Pupuk UREA1Karung95.00095.000
Pestisida
     
Biaya Panen   400.000
TOTAL PRODUKSI   1.662.000
PANEN2400KG2.6006.240.000
KEUNTUNGAN    
Panen – Biaya Produksi   4.578.000

Analisis Usaha Budidaya Ubi Ungu Tanpa DIGROW

URAIANJUMLAHSATUANHARGATOTAL
Biaya Produksi    
Pengolahan Lahan    
Traktor   450.000
Pembuatan Bedengan   300.000
     
Benih 
Tanam   300.000
Perawatan    
DIGROW Hijau1Liter160.000160.000
DIGROW Merah1Liter160.000160.000
Pupuk PHONSKA25KG2.70067.500
Pupuk UREA25KG1.90047.500
Pestisida
     
Biaya Panen   400.000
TOTAL PRODUKSI   1.885.000
PANEN3600KG2.6009.360.000
KEUNTUNGAN    
Panen – Biaya Produksi   7.475.000

Tabel Perbandingan Anlisis Usaha Budidaya ubi Ungu

Ubi 8

CARA APLIKASI UBI